Jumat, 19 November 2010

Pendidikan Kesehatan Sekolah ( Observasi UKS di Sekolah)


OBSERVASI
UKS ( Unit Kesehatan Sekolah)
Di SMA NEGERI 1 SALATIGA


Tugas ini Disusun  Untuk Memenuhi
Tugas Akhir Mata Kuliah Pendidikan Kesehatan Sekolah


Dosen Pengampu : Erwin Setyo Kriswanto, M.kes











Disusun Oleh :

Zakki Anas Mushoffi  ( 08601244140 )
                                                           





PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNEVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2008
BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan tempat bertemunya pengajar dan siswa dalam rangka proses pembelajaran. Didalam proses pembelajaran di sekolah, sering ditemukan masalah – masalah, terutama yang berasal dari siswa. Salah satunya adalah siswa tidak mampu menerima pelajaran yang disampaikan oleh pengajar dengan baik karena kondisi badan yang tidak baik atau sakit. Sakit yang diderita oleh siswa bisa  disebabkan oleh penyakit yang sudah diderita siswa tersebut atau terjadi karena kecelakaan pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Misalnya, pada saat pelajaran pendidikan jasmani, sering terjadi cidera, contohnya terkilir. Oleh karena itu, dibentuklah Unit Kesehatan Sekolah ( UKS ). UKS dibentuk untuk memberikan pertolongan  kepada  siswa ketika mengalami cidera, ataupun sakit yang bersifat ringan ketika berada di sekolah. Jkika sakit yang diderita siswa cukup berat, maka pihak sekolah akan mengadakan rujukan supaya siswa tersebut dirawat di rumah sakit terdekat.
UKS dapat berfungsi secara maksimal jika dikelola oleh pengurus dan dibimbing oleh dewan guru. Peran guru dan pengurus sangatlah penting untuk membantu memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang sakit dan memelihara sarana prasarana UKS. Sarana prasarana juga harus dalam keadaan baik jika digunakan.
B.                 Rumusan Masalah
Rumusan masalah disusun untuk memperoleh informasi tentang UKS guna menyusun laporan ini. Rumusan masalah terdiri dari beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Pertanyaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Apakah tersedia fasilitas UKS di sekolah ini?
  2. Bagaimana keadaan sarana prasarana UKS?
  3. Kegiatan apa saja yang dilakukan di UKS?
  4. Apakah ada ekstrakulikuler yang menunjang berjalannya segala sesuatu di UKS?
  5. Siapa saja yang mengelola UKS tersebut?
  6. Menurut Anda, seberapa besar peran guru dalam perkembangan UKS?
  7. Apakah pengelola UKS pernah mensosialisasikan tentang pentingnya kesehatan sekolah kepada siswa?

C.                Tujuan Penulisan
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah pendidikan kesehatan sekolah. Selain itu, kita juga dapat menambah pengetahuan kita tentang Unit Kesehatan Sekolah.

BAB II
PEMBAHASAN
Setelah melakukan Observasi UKS( Unit Kesehatan Sekolah ) di SMA Negeri 1 Salatiga, saya mendapatkan banyak data. Dibawah ini adalah pemaparan data yang saya dapat setelah meakukan observasi di SMA Negeri 1 Salatiga.
SMA Negeri 1 Salatiga merupakan salah satu SMA Negeri yang terdapat di Salatiga. Alamat SMA Negeri Salatiga adalah  Jalan Kemiri Nomor 1 Salatiga, Jawa Tengah.
dengan batas-batas sekolah:
·         Utara              : Kantor POLRES Salatiga
·         Selatan           : Komplek Kampus Universitas Kristen Satya Wacana
·         Barat              : Jalan Diponegoro
·         Timur             : Perumahan penduduk  Kemiri Raya
Di SMA Negeri 1 Salatiga terdapat satu induk organisasi, yaitu OSIS. OSIS memiiki banyak cabang organisasi yang berbentuk ekstrakulikuler. Salah satu contoh ekstrakulikuler di SMA Negeri 1 Salatiga adalah PMR. PMR bergerak dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. Untuk menunjang kegiatan dalam PMR, SMA Negeri 1 Saltiga memiliki 2 buah ruangan UKS, yaitu 1 UKS untuk putra dan 1 ruangan UKS untuk putri.
Dalam organisasi , struktur kepengurusan sangatlah penting karena sebuah organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya pengurus. Salah satu contoh organisasi yang ada disekolah adalah UKS. Pengurus kebanyakan diambil dari siswa supaya siswa belajar untuk berorganisasi, namun dalam pelaksanaannya harus ada peran guru yang bertugas sebagai pembimbing dan pemberi contoh ketika melakukan penanganan pertama pada siswa yang mengalami cidera atau luka.
Pengurus UKS di SMA Negeri 1 Salatiga terdapat 7 orang pengurus, 5 orang diambil dari siswa dan 2 orang dari pihak guru, yaitu Bpk. Slamet Purnomo, SPd. Dan Ibu Dra. Selvina Ch.L.Bernard.
Ruangan UKS di SMA Negeri 1 Salatiga terdiri dari 1 UKS untuk putra dan 1 ruangan UKS untuk putri. UKS putra berisi 3 buah tempat tidur, 1 buah kotak P3K, dan 1 buah almari tempat pakaian. Sedangkan UKS putrid berisa 5 buah kasur, 1 buah timbangan berat badan, 1 buah kotak P3K, 1 buah pengukur tinggi badan, 1 buah tabel huruf snallen, 1 buah jadwal table jadwal kegiatan trias UKS.
Sarana prasarana UKS merupakan salah satu faktor yang sangat penting karena menunjang segala kegiatan yang terjadi di UKS. Contohnya almari obat, Kotak P3K, tempat tidur, dll. Dibawah ini adalah tabel data sarana prasarana yang ada di UKS SMA Negeri 1 Salatiga.
                         
Tabel Sarana Prasarana UKS SMA Negeri 1 Salatiga
No
Nama Alat
Jumlah Alat
Keterangan
1.
Kasur
8 buah
Baik
2.
Bantal
8 buah
Baik
3.
Timbangan Badan
1 buah
Baik
4.
Pengukur Tinggi Badan
1 buah
Baik
5.
Tabel Jadwal Kegiatan Trias UKS
1 buah
Baik
6.
Tabel Huruf Snallen
1 buah
Baik
7.
Kotak P3K
2 buah
Baik

Kotak P3K berisi obat-obatan agar obat tidak tercecer ke mana-mana dan mudah dalam mencari obat yang dibutuhkan. Seperti yang ditemukan di UKS ini, terdapat 1 kotak P3K yang berisi obat – obatan, antara lain obat pusing, obat sakit perut, obat luka, perban, betadine dan juga minyak angin.
Tempat tidur juga membantu siswa agar dapat beristirahat ketika berada di UKS agar cepat sembuh dari sakit. Kondisinya sangat baik dan masih layak dipakai untuk kegiatan dalam UKS.
Dalam pelaksanaan program kerjanya, UKS memiliki 2 buah program utama, yaitu :
    1. Mengadakan kerjasama dengan DEPKES Kota Salatiga dalam kegiatan pemeriksaan berkala yang dilakukan tiap 2 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit di lingkungan sekolah.
    2. Mengadakan sosialisasi secara berkala kepada siswa. Program ini dilaksanakan agar siswa mengetahui tentang bahaya dari penyakit yang mungkin bisa menyerang mereka dan juga cara-cara mencegahnya.
Untuk menunjang semua program kerja UKS, di sekolah ini terdapat ekstrakulikuer yang bergerak di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Ekstrakulikuler tersebut bernama PMR ( Palang Merah Remaja ) Ganesha Husada. PMR dibentuk dengan tujuan untuk menyalurkan bakatg dan minat siswa di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Dalam menjalankan kegiatanya, PMR menjalin hubungan dengan PMI ( Palang Merah Indonesia ) cabang Kota Salatiga. Selain bergerak di bidang kesehatan dalam ruang lingkup internal sekolah, anggota ekstrakulikuler PMR juga sering bergerak dalam bidang kemanusiaan, contohnya menjadi sukarelawan ketika terjadi gempa bumi atau bencana lainnya dan mengadakan kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis di desa-desa terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan.Khusus dalam kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis di desa-desa terpencil, PMR bekerja sama dengan PMI Cabang Kota Salatiga, RSU Ananda, dan warga setempat.
UKS SMA Negeri 1 Salatiga dikelola oleh pengurus UKS dan guru pembimbing. Untuk memperlancar semua kegiatan UKS sehari-hari, pengurus membentuk petugas piket harian UKS. Petugas piket harian UKS bertugas untuk mendata semua pengunjung UKS, menjaga kebersihan UKS, serta memberi pelayanan kepada pengunjung UKS. Petugas piket harian juga berkewajiban menyampaikan laporan pada rapat pengurus UKS yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Laporan tersebut berisi tentang sarana prasrana UKS, contohnya jika ada persediaan obat-obatan yang kurang atau ada peralatan UKS yang rusak.
Peran guru dalam perkembangan UKS sangatlah besar. Dalam perkembangan UKS SMA Negeri 1 Salatiga, terdapat 2 guru pembimbing yang mermiliki kontribusi besar, yaitu  Bpk. Slamet Purnomo, SPd. Dan Ibu Dra. Selvina Ch.L.Bernard. Melalui guru pembimbing, UKS dapat berkembang pesat, terutama dalam hal pengadaan sarana prasarana UKS dan pembentukan jaringan di luar sekolah. Hal ini terbukti dengan terselenggaranya “ Ganesha Husada Operation “. GHO ( Ganesha Husada Operation ) merupakan perlombaan bersifat regional dalam bidang kesehatan. Dengan terselenggaranya GHO setiap tahun, perkembangan UKS di SMA Negeri 1 Salatiga menjadi lebih pesat.
Pengadaan sosialisasi kepada siswa SMA Negeri 1 Salatiga rutin dilakukan setiap 1 bulan sekali. Dalam mengadakan sosialisasi ini, pengurus UKS bekerja sama dengan RSU Ananda mendatangkan narasumber yang menguasai bidang kesehatan Dengan demikian siswa akan memiliki pengetahuan yang luas tentang segala jenis penyakit, cara pengobatan, dan cara mencegahnya. Tujuan dari pengurus mendatangkan narasumber yang menguasai bidang kesehatan adalah supaya jika timbul pertanyaan dari siswa, siswa dapat menanyakan langsung pada narasumber.



BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
            Berdasarkan data yang saya peroleh dari Bpk. Slamet Purnomo SPd selaku narasumber, dan uraian singkat yang saya paparkan diatas, dapat disimpulan bahwa UKS di SMA Negeri 1 Negeri memiliki fasiitas yang cukup lengkap dan dalam keadaan yang baik untuk menunjang fungsi dari UKS. Semua juga di dukung oleh peran serta siswa dalam penanganan siswa yang sakit dengan peran serta guru sebagai pembimbing. Unit Kesehatan Sekolah penting karena membantu siswa ketika mengalami cidera , atau sakit ringan di sekolah. Menurut saya sekolah yang baik bukan hanya sekolah yang mempunyai prestasi yang baik, akan tetapi juga harus memiliki fasilitas kesehatan yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar disekolah, contohnya UKS.
B.     Saran
            Dalam pelaksanaanya, UKS digunakan siswa untuk beristirahat ketika sakit ringan ketika di sekolah, akan tetapi sebaiknya siswa yang sakit harus mendapat ijin dari BK untuk meninggalkan pelajaran dan jika benar sakit segera diberikan perawatan oleh petugas. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan fungsi UKS yang semula digunakan untuk merawat siswa yang sedang sakit, akan tetapi pada kenyataanya banyak siswa datang ke UKS hanya untuk  alasan dan dijadikan tempat membolos dari jam pelajaran. Untuk mencegah hal tersebut, maka dilakukan pendataan kepada setiap pengunjung UKS. Dengan demikian, maka fungsi UKS akan berjalan sesuai dengan tujuan dari pengadaan UKS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar