Manfaat olahraga untuk kesehatan tubuh kita memang sudah lama terbukti. Latihan olahraga penting tidak hanya penting untuk memelihara kebugaran fisik tetapi juga kesehatan mental.
Sekarang daftar efek positif dari olahraga akan bertambah panjang lagi dengan adanya temuan bukti baru dari Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona. Cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat.
Selain itu daya pikir akan bertambah jernih dan yang menggembirakan dapat mengurangi ketegangan alias stress serta membuat perasaan menjadi riang selalu. Menurut Landers ada lima manfaat olahraga yang dapat menyehatkan mental kita.
1. Olahraga mengurangi stres
Setiap manusia normal pernah mengalami stres atau ketegangan. Apakah stres tersebut disebabkan karena masalah ekonomi seperti inflasi atau devaluasi, masalah pergaulan atau retaknya hubungan suami istri, urusan kantor yang tidak pernah selesai, ujian akhir yang akan dihadapi, keputusan salah yang telah diambil atau mungkin keragu-raguan untuk mengambil keputusan.
Semua manusia pernah mengalami stres; dan Anda harus tahu bagaimana mengatasinya! Banyak oarang menderita penyakit, putus asa, bahkan mati mendadak disebabkan stres!
Bagaimana caranya Anda dapat mengindari stres? Ternyata olaraga dapat menolong Anda untuk mengatasi stres. Bagaimana? Untuk itu kita perlu melihat bagaimana kerja otot yang kita miliki. Berolahraga dapat membantu kita mengurangi kegelisahan hati dan bahkan dapat melawan kemarahan.
Alasannya, kalau jantung kita bekerja pada saat berolahraga, maka otomatis konsentrasi pikiran tidak akan terfokus pada urusan pekerjaan lagi. Selain dapat mengalihkan pikiran, aerobik yang rutin juga dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular, sehingga nantinya kita dapat bersikap tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi suatu masalah. Aktifitas yang terbukti efektif dalam melawan ketegangan otak adalah aerobik macam berjalan kaki, bersepeda, renang, jogging dan yoga.
2. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otak
Sudah bukan rahasia lagi kalau kegiatan fisik yang rutin dilakukan bisa meningkatkan daya reaksi, konsentrasi, kreativitas dan kesehatan mental kita. Hal ini dikarenakan tubuh memompa lebih banyak darah sehingga kadar oksigen dalam peredaran darah juga meningkat yang ujungnya mempercepat pemasukkan darah ke otak. Para ahli sepakat kalau otak cukup mendapat asupan darah maka reaksi fisik dan mental seseorang akan meningkat.
3. Mempengaruhi hormon Endogenous opioids
Dalam keajaiban tubuh manusia, para ilmuan baru-baru ini telah menemukan satu sistem hormon yang berfungsi sebagai morphine yang disebut endogenous opioids. Hal ini cukup menarik perhatian sebab reseptornya didapatkan di dalam hipotalamus dan sistem limbik otak, daerah yang berhubungan dengan emosi dan tingkah laku manusia.
Sistem hormon endogenous opioids, salah satunya ialah beta-endorphin, bukan hanya mengurangi perasaan nyeri dan memberikan kekuatan menghadapi kanker saja, tetapi juga menambah daya ingat, menormalkan selera, seks, tekanan darah dan ventilasi.
Saat berolahraga, kelenjar pitutiari menambah produk beta-endorphin; dan sebagai hasilnya konsentrasi beta-endorphin naik di dalam darah yang dialirkan juga ke otak, sehingga mengurangi nyeri, cemas, depresi dan perasaan letih.
4. Meningkatkan gelombang otak alfa
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga, ada penambahan gelombang alfa di otak. Gelombang otak alfa sudah lama diketahui yang berhubungan dengan rileks dan keadaan santai seperti pada waktu bermeditasi. Gelombang alfa ini terlihat pada seorang yang jogging untuk 20 sampai 30 menit, dan tetap dapat diukur setelah olahraga tersebut berakhir.
Para peneliti mengemukakan bahwa bertambahnya kekuatan gelombang alfa memberikan kontribusi kepada keuntungan kejiwaan dari olahraga, termasuk berkurangnya kecemasan dan depresi.
5. Penyalur saraf otak
Olahraga akan dapat memperlancarkan kegiatan penyalur saraf (brain neurotransmitter) di dalam otak. Hasil penelitian dalam hal ini dapat menyampaikan bahwa olahraga dapat menaikkan tingkat norepinephrine, dopamine, dan serotonin di dalam otak, dengan demikian mengurangi depresi. Telah terbukti bahwa penyalur saraf otak seperti norepinephrine (NE) dan serotonin (5 - HT) terlibat dalam depresi dan schizophrenia.
Tubuh yang sehat hidup dalam ketenangan. Anda tidak akan merasakannya dari dalam keluar keharmonisan dan damai. Bila olahraga akan memberikan kesehatan tubuh yang baik, dan juga ketenangan pikiran serta pencapaian intelek yang lebih tinggi, mengapa kita tidak segera berolahraga dari sekarang.
6. Olahraga dapat melawan penuaan
Penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa dengan hanya berolahraga ringan seperti berjalan kaki saja dapat membantu tubuh mencegah penurunan daya kerja otak pada wanita lanjut usia. Semakin lama dan seringnya kegiatan berjalan kaki ini dilakukan maka ketajaman pikiran juga akan semakin membaik.
Hasil terbaik akan didapat dengan menggerakkan tubuh setiap minggu selama sembilan minggu. "Kegiatannya tidak perlu terlalu tinggi intensitasnya, cukup dengan berkeliling saja, yang penting daya pacu jantung kita dapat meningkat," lanjut Landers. "Tapi manfaatnya daya ingat kita akan selalu tajam."
7. Olahraga dapat meningkat perasaan bahagia
Banyak orang yang terkena depresi atau sakit hatinya memakai obat penenang sebagai jalan keluar. Sekarang jalan menuju kebahagian secara alami dapat diraih dengan menggerakkan tubuh secara rutin. Olahraga terbukti manjur dalam meningkatkan hormon penumbuh rasa bahagia dalam otak kita, seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan endorphin, yang merupakan pembunuh nomor satu penyakit hati.
Sebuah survey di Inggris melaporkan 83% penderita depresi bergantung pada aktifitas olahraga dalam memperbaiki perasaan hati dan mengurangi kecemasan. Berolahraga selama 16 minggu secara rutin pada orang yang memiliki kadar depresi yang sedang mendapatkan efek bahagia.
Penelitian di Universitas Duke membuktikan bahwa 60% penderita depresi yang menjalani olahraga 30 menit tiga kali seminggu selama enam bulan dapat melawan penderitaan tanpa harus menggunakan obat dokter. Namun bagi penderita depresi yang berat tentu tidak bisa begitu saja lepas dari obat-obatan. Hanya saja banyak dokter sekarang yang memasukkan kegiatan olahraga dalam resep pengobatan mereka disamping obat penenang medis.
8. Olahraga dapat meningkatkan kepercayaan diri
Sekarang rasa percaya diri dapat dicapai tidak hanya dengan mengandalkan keindahan fisik lagi. Sebuah studi kasus di AS membuktikan kalau para remaja yang aktif berolahraga memiliki kadar kepercayaan diri yang sama kuat dengan teman-teman mereka yang memiliki tubuh dan penampilan indah.
Kemantapan diri ini terletak pada hasil yang mereka dapatkan, yakni citra tubuh yang sehat dan kekuatan fisik yang prima, bukan semata giat berolahraga karena terobsesi dengan figur fisik para model di sampul majalah.
blog ini memuat segala sesuatu yang berhubungan denga olahraga dan kesehatan. Dalam blog ini terdapat berbagai macam artikel terkait dengan olahraga dan kesehatan
Minggu, 21 November 2010
apa sih olaraga itu?? seberapa pentingnya olahraga bagi tubuh kita??
Berolah raga supaya sehat. Banyak-banyak berolah raga supaya sehat. Anjuran-anjuranmanfaat olah raga bagi kesehatan seperti itu tentulah pasti sudah sering kita dengar. Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani (misalkan catur).(http://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga)
Olah raga merupakan gaya hidup sehat yang harus di biasakan sejak kecil agar di masa mendatang tubuh kita menjadi sehat dan tidak gampang terkena penyakit. Karena semakin tua tubuh kita secara otomatis daya tahannya akan semakin menurun. Dengan olah raga akan menghambat penurunan daya tahan tersebut.
Beberapa manfaat olah raga bagi kesehatan kita:
1. Meningkatkan kemampuan otak kita.
Olah raga bisa meningkatkan kadar oksigen di dalam darah kita dan mempercepat sirkulasi darah dalam tubuh kita terutama ke otak. Hal tersebut dipercaya bisa meningkatkan kemampuan otak kita.
2. Menunda proses penuaan.
Proses penuaan merupakan hal yang alami dan pasti terjadi, akan tetapi dengan olah raga proses tersebut bisa di kurangi lajunya.
Dalam kehidupan manusia sekarang ini stress adalah penyakit yang sering mendatangi kita karena tekanan hidup, tekanan pekerjaan, tekanan ekonomi dan masalah-masalah kehidupan yang lain. Dengan olah raga kita bisa mengurangi kadar stress dalam kehidupan kita.
4. Meningkatkan daya tahan tubuh kita
Aktivitas olah raga bisa meningkatkan hormon-hormon dalam otak kita seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan endorfin, dimana hormon-hormon tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.
5. Menambah rasa percaya diri
Dengan olah raga yang teratur kita bisa mengontrol berat badan kita, sehingga kita bisa mencapaiberat badan ideal dan kita memperoleh postur tubuh yang proporsional yang secara langsung bisa menambah rasa percaya diri kita.
Dengan sedemikian banyaknya manfaat olah raga bagi kesehatan tentunya kita harus melaksanakan gaya hidup sehat ini demi kesehatan kita sendiri.
Jumat, 19 November 2010
Pendidikan Kesehatan Sekolah ( Observasi UKS di Sekolah)
OBSERVASI
UKS ( Unit Kesehatan Sekolah)
Di SMA NEGERI 1 SALATIGA
Tugas ini Disusun Untuk Memenuhi
Tugas Akhir Mata Kuliah Pendidikan Kesehatan Sekolah
Dosen Pengampu : Erwin Setyo Kriswanto, M.kes
Disusun Oleh :
Zakki Anas Mushoffi ( 08601244140 )
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNEVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2008
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan tempat bertemunya pengajar dan siswa dalam rangka proses pembelajaran. Didalam proses pembelajaran di sekolah, sering ditemukan masalah – masalah, terutama yang berasal dari siswa. Salah satunya adalah siswa tidak mampu menerima pelajaran yang disampaikan oleh pengajar dengan baik karena kondisi badan yang tidak baik atau sakit. Sakit yang diderita oleh siswa bisa disebabkan oleh penyakit yang sudah diderita siswa tersebut atau terjadi karena kecelakaan pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Misalnya, pada saat pelajaran pendidikan jasmani, sering terjadi cidera, contohnya terkilir. Oleh karena itu, dibentuklah Unit Kesehatan Sekolah ( UKS ). UKS dibentuk untuk memberikan pertolongan kepada siswa ketika mengalami cidera, ataupun sakit yang bersifat ringan ketika berada di sekolah. Jkika sakit yang diderita siswa cukup berat, maka pihak sekolah akan mengadakan rujukan supaya siswa tersebut dirawat di rumah sakit terdekat.
UKS dapat berfungsi secara maksimal jika dikelola oleh pengurus dan dibimbing oleh dewan guru. Peran guru dan pengurus sangatlah penting untuk membantu memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang sakit dan memelihara sarana prasarana UKS. Sarana prasarana juga harus dalam keadaan baik jika digunakan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah disusun untuk memperoleh informasi tentang UKS guna menyusun laporan ini. Rumusan masalah terdiri dari beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Pertanyaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
- Apakah tersedia fasilitas UKS di sekolah ini?
- Bagaimana keadaan sarana prasarana UKS?
- Kegiatan apa saja yang dilakukan di UKS?
- Apakah ada ekstrakulikuler yang menunjang berjalannya segala sesuatu di UKS?
- Siapa saja yang mengelola UKS tersebut?
- Menurut Anda, seberapa besar peran guru dalam perkembangan UKS?
- Apakah pengelola UKS pernah mensosialisasikan tentang pentingnya kesehatan sekolah kepada siswa?
C. Tujuan Penulisan
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah pendidikan kesehatan sekolah. Selain itu, kita juga dapat menambah pengetahuan kita tentang Unit Kesehatan Sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
Setelah melakukan Observasi UKS( Unit Kesehatan Sekolah ) di SMA Negeri 1 Salatiga, saya mendapatkan banyak data. Dibawah ini adalah pemaparan data yang saya dapat setelah meakukan observasi di SMA Negeri 1 Salatiga.
SMA Negeri 1 Salatiga merupakan salah satu SMA Negeri yang terdapat di Salatiga. Alamat SMA Negeri Salatiga adalah Jalan Kemiri Nomor 1 Salatiga, Jawa Tengah.
dengan batas-batas sekolah:
· Utara : Kantor POLRES Salatiga
· Selatan : Komplek Kampus Universitas Kristen Satya Wacana
· Barat : Jalan Diponegoro
· Timur : Perumahan penduduk Kemiri Raya
Di SMA Negeri 1 Salatiga terdapat satu induk organisasi, yaitu OSIS. OSIS memiiki banyak cabang organisasi yang berbentuk ekstrakulikuler. Salah satu contoh ekstrakulikuler di SMA Negeri 1 Salatiga adalah PMR. PMR bergerak dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. Untuk menunjang kegiatan dalam PMR, SMA Negeri 1 Saltiga memiliki 2 buah ruangan UKS, yaitu 1 UKS untuk putra dan 1 ruangan UKS untuk putri.
Dalam organisasi , struktur kepengurusan sangatlah penting karena sebuah organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya pengurus. Salah satu contoh organisasi yang ada disekolah adalah UKS. Pengurus kebanyakan diambil dari siswa supaya siswa belajar untuk berorganisasi, namun dalam pelaksanaannya harus ada peran guru yang bertugas sebagai pembimbing dan pemberi contoh ketika melakukan penanganan pertama pada siswa yang mengalami cidera atau luka.
Pengurus UKS di SMA Negeri 1 Salatiga terdapat 7 orang pengurus, 5 orang diambil dari siswa dan 2 orang dari pihak guru, yaitu Bpk. Slamet Purnomo, SPd. Dan Ibu Dra. Selvina Ch.L.Bernard.
Ruangan UKS di SMA Negeri 1 Salatiga terdiri dari 1 UKS untuk putra dan 1 ruangan UKS untuk putri. UKS putra berisi 3 buah tempat tidur, 1 buah kotak P3K, dan 1 buah almari tempat pakaian. Sedangkan UKS putrid berisa 5 buah kasur, 1 buah timbangan berat badan, 1 buah kotak P3K, 1 buah pengukur tinggi badan, 1 buah tabel huruf snallen, 1 buah jadwal table jadwal kegiatan trias UKS.
Sarana prasarana UKS merupakan salah satu faktor yang sangat penting karena menunjang segala kegiatan yang terjadi di UKS. Contohnya almari obat, Kotak P3K, tempat tidur, dll. Dibawah ini adalah tabel data sarana prasarana yang ada di UKS SMA Negeri 1 Salatiga.
Tabel Sarana Prasarana UKS SMA Negeri 1 Salatiga
No | Nama Alat | Jumlah Alat | Keterangan |
1. | Kasur | 8 buah | Baik |
2. | Bantal | 8 buah | Baik |
3. | Timbangan Badan | 1 buah | Baik |
4. | Pengukur Tinggi Badan | 1 buah | Baik |
5. | Tabel Jadwal Kegiatan Trias UKS | 1 buah | Baik |
6. | Tabel Huruf Snallen | 1 buah | Baik |
7. | Kotak P3K | 2 buah | Baik |
Kotak P3K berisi obat-obatan agar obat tidak tercecer ke mana-mana dan mudah dalam mencari obat yang dibutuhkan. Seperti yang ditemukan di UKS ini, terdapat 1 kotak P3K yang berisi obat – obatan, antara lain obat pusing, obat sakit perut, obat luka, perban, betadine dan juga minyak angin.
Tempat tidur juga membantu siswa agar dapat beristirahat ketika berada di UKS agar cepat sembuh dari sakit. Kondisinya sangat baik dan masih layak dipakai untuk kegiatan dalam UKS.
Dalam pelaksanaan program kerjanya, UKS memiliki 2 buah program utama, yaitu :
- Mengadakan kerjasama dengan DEPKES Kota Salatiga dalam kegiatan pemeriksaan berkala yang dilakukan tiap 2 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit di lingkungan sekolah.
- Mengadakan sosialisasi secara berkala kepada siswa. Program ini dilaksanakan agar siswa mengetahui tentang bahaya dari penyakit yang mungkin bisa menyerang mereka dan juga cara-cara mencegahnya.
Untuk menunjang semua program kerja UKS, di sekolah ini terdapat ekstrakulikuer yang bergerak di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Ekstrakulikuler tersebut bernama PMR ( Palang Merah Remaja ) Ganesha Husada. PMR dibentuk dengan tujuan untuk menyalurkan bakatg dan minat siswa di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Dalam menjalankan kegiatanya, PMR menjalin hubungan dengan PMI ( Palang Merah Indonesia ) cabang Kota Salatiga. Selain bergerak di bidang kesehatan dalam ruang lingkup internal sekolah, anggota ekstrakulikuler PMR juga sering bergerak dalam bidang kemanusiaan, contohnya menjadi sukarelawan ketika terjadi gempa bumi atau bencana lainnya dan mengadakan kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis di desa-desa terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan.Khusus dalam kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis di desa-desa terpencil, PMR bekerja sama dengan PMI Cabang Kota Salatiga, RSU Ananda, dan warga setempat.
UKS SMA Negeri 1 Salatiga dikelola oleh pengurus UKS dan guru pembimbing. Untuk memperlancar semua kegiatan UKS sehari-hari, pengurus membentuk petugas piket harian UKS. Petugas piket harian UKS bertugas untuk mendata semua pengunjung UKS, menjaga kebersihan UKS, serta memberi pelayanan kepada pengunjung UKS. Petugas piket harian juga berkewajiban menyampaikan laporan pada rapat pengurus UKS yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Laporan tersebut berisi tentang sarana prasrana UKS, contohnya jika ada persediaan obat-obatan yang kurang atau ada peralatan UKS yang rusak.
Peran guru dalam perkembangan UKS sangatlah besar. Dalam perkembangan UKS SMA Negeri 1 Salatiga, terdapat 2 guru pembimbing yang mermiliki kontribusi besar, yaitu Bpk. Slamet Purnomo, SPd. Dan Ibu Dra. Selvina Ch.L.Bernard. Melalui guru pembimbing, UKS dapat berkembang pesat, terutama dalam hal pengadaan sarana prasarana UKS dan pembentukan jaringan di luar sekolah. Hal ini terbukti dengan terselenggaranya “ Ganesha Husada Operation “. GHO ( Ganesha Husada Operation ) merupakan perlombaan bersifat regional dalam bidang kesehatan. Dengan terselenggaranya GHO setiap tahun, perkembangan UKS di SMA Negeri 1 Salatiga menjadi lebih pesat.
Pengadaan sosialisasi kepada siswa SMA Negeri 1 Salatiga rutin dilakukan setiap 1 bulan sekali. Dalam mengadakan sosialisasi ini, pengurus UKS bekerja sama dengan RSU Ananda mendatangkan narasumber yang menguasai bidang kesehatan Dengan demikian siswa akan memiliki pengetahuan yang luas tentang segala jenis penyakit, cara pengobatan, dan cara mencegahnya. Tujuan dari pengurus mendatangkan narasumber yang menguasai bidang kesehatan adalah supaya jika timbul pertanyaan dari siswa, siswa dapat menanyakan langsung pada narasumber.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan data yang saya peroleh dari Bpk. Slamet Purnomo SPd selaku narasumber, dan uraian singkat yang saya paparkan diatas, dapat disimpulan bahwa UKS di SMA Negeri 1 Negeri memiliki fasiitas yang cukup lengkap dan dalam keadaan yang baik untuk menunjang fungsi dari UKS. Semua juga di dukung oleh peran serta siswa dalam penanganan siswa yang sakit dengan peran serta guru sebagai pembimbing. Unit Kesehatan Sekolah penting karena membantu siswa ketika mengalami cidera , atau sakit ringan di sekolah. Menurut saya sekolah yang baik bukan hanya sekolah yang mempunyai prestasi yang baik, akan tetapi juga harus memiliki fasilitas kesehatan yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar disekolah, contohnya UKS.
B. Saran
Dalam pelaksanaanya, UKS digunakan siswa untuk beristirahat ketika sakit ringan ketika di sekolah, akan tetapi sebaiknya siswa yang sakit harus mendapat ijin dari BK untuk meninggalkan pelajaran dan jika benar sakit segera diberikan perawatan oleh petugas. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan fungsi UKS yang semula digunakan untuk merawat siswa yang sedang sakit, akan tetapi pada kenyataanya banyak siswa datang ke UKS hanya untuk alasan dan dijadikan tempat membolos dari jam pelajaran. Untuk mencegah hal tersebut, maka dilakukan pendataan kepada setiap pengunjung UKS. Dengan demikian, maka fungsi UKS akan berjalan sesuai dengan tujuan dari pengadaan UKS.
Sejarah Olahraga
SEJARAH LAHIRNYA PON ( PEKAN OLAHRAGA NASIONAL )
Tugas ini Disusun Guna Memenuhi Mata Kuliah Sejarah Olahraga
Dosen Pengampu: Bpk Margono
Disusun Oleh:
Zakki Anas Mushoffi (08601244140)
JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Pendahuluan
Pada hakekatnya manusia hidup di bumi ini tidak hanya butuh makan dan minum untuk bertahan hidup. Manusia juga perlu berolahraga untuk dapat menjaga kebugaran tubuhnya dan menjaga kesehatannya. Oleh karena itu, olahraga sangatlah penting untuk menjaga agar tubuh kita selalu sehat dan menjauhkan diri kita dari penyakit. Sehubungan dengan hal tersebut, kita harus beroahraga mengingat betapa pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari.
Di Indonesia, grafik perkembangan olahraga mengalami penurunan sampai kedalam taraf yang sangat memprihatinkan. Minat generasi muda yang sangat besar terhadap olahraga, akan tetapi pemerintah kurang tanggap menghadapi situasi ini. Hal ini dapat kita lihat dari kurangnya event-event yang terkait dengan olahraga yang diselenggarakan oleh pemerintah baik yang bersifat regional maupun nasional. Kenyataan ini sangatlah ironis mengingat sebenarnya fungsi dari event-event tersebut adalah sebagai sarana menyalurkan bakat dan minat para generasi muda di bidang olahraga. Jika hal ini tidak ditanggapi secara serius oleh pemerintah, maka tidak mustahil jika potensi-potensi para generasi muda bangsa kita tidak akan tergali karena tidak adanya sarana untuk menyalurkannya. Melihat kondisi ini, para kaum yang sangat peduli dengan keolahragaan di Indonesia tergugah untuk membentuk suatu wadah penyaluran bakat dan minat para generasi muda yang sekarang kita kenal dengan sebutan PON ( Pekan Olahraga Nasional ).
Rumusan Masalah
1. Mengapa minat generasi muda dalam bidang olahraga kurang mendapat perhatian dari pemerintah?
2. Apa usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ini?
3. Apa tujuan diadakannya PON?
Pembahasan
Pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta telah terbentuk Persatuan Sepakbola yang bersifat kebangsaan yang bernama Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia , disingkat PSSI dengan ketuanya Ir. Soeratin Sosrosugondo. Pembentukan persatuan nasional tersebut merupakan tindakan dari kalangan bangsa Indonesia, karena ingin mengatur oganisasinya sendiri. PSSI sejak tahun 1931 menyelenggarakan kompetisi tahunan antar kota/anggota, dan tidak ikut serta dalam pertandingan-pertandingan antar kota yang diadakan oleh Belanda.
Berkat perkembangannya yang baik, pada tahun 1938 pihak Belanda melalui persatuan sepakbolanya, Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) mengadakan pendekatan dan kerjasama dengan PSSI. Jejak sepakbola ini dituruti oleh cabang olahraga Tennis dengan berdirinya Persatuan Lawn tennis Indonesia (PELTI) pada tahun 1935 di Semarang. Berkedudukan di Jakarta (waktu itu bernama Batavia), pada tahun 1938 lahirlah Ikatan Sport Indonesia dengna singkatan ISI, satu-satunya badan olahraga yang bersifat nasional dan berbentuk federasi. Maksud dan tujuannya adalah untuk membimbing, menghimpun dan mengkoordinir semua cabang olahraga, antara lain PSSI, PELTI dan Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI), yang didirikan pada tahun 1940. ISI sebagai koordinator cabang-cabang olahraga pada tahun 1938 pernah mengadakan Pekan Olahraga Indonesia , yang dikenal dengan nama ISI – Sportweek, pekan olahraga ISI.
Serangan Jepang secara mendadak pada tanggal 8 Desember 1941 terhadap Pearl Harbour (Pelabuhan Mutiara) menimbulkan perang Pasifik. Dengan masuknya Jepang ke Indonesia pada bulan Maret 1942, ISI oleh sebab berbagai kesulitan dan rintangan, tidak bisa menggerakkan aktivitasnya sebagaimana mestinya. Pada zaman Jepang gerakan keolahragaan ditangani oleh suatu badan yang bernama GELORA, singkatan dari Gerakan Latihan Olahraga , yang terbentuk pada masa itu. Tidak banyak peristiwa olahraga penting tercatat pada zaman Jepang selama tahun 1942 – 1945, oleh karena peperangan terus berlangsung dengan sengit dan kedudukan tentara Nipon terus pula terdesak. Dengan sendirinya perhatian Pemerintah militer Jepang tidak dapat diharapkan untuk memajukan kegiatan olahraga di Indonesia. Dengan runtuhnya kekuasaan Jepang pada bulan Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia membuka jalan selebar-lebarnya bagi bangsa kita untuk menangani semua kegiatan olahraga di tanah air sendiri. Kegiatan-kegiatan ini pada awal kemerdekaan belum dapat digerakkan sepenuhnya, disebabkan perjuangan bangsa kita dalam mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan yang baru direbut itu, mendapat cobaan dan ujian. Sebagai akibatnya timbullah pertempuran di berbagai tempat, yang menjadi penghalang besar dalam mengadakan aktivitas keolahragaan secara tertib dan teratur. Namun demikian, berkat usaha keras para tokoh olahraga kita, pada bulan Januari 1946, bertempat di Habiprojo di kota Solo diadakan kongres olahraga yang pertama di alam kemerdekaan. Berhubung dengan suasana pada masa itu, hanya dihadiri oleh tokoh-tokoh olahraga dari pulau Jawa saja.
Dalam kongres ini mulanya dimajukan dua nama lainnya, yang akan diberikan kepada badan olahraga yang bakal dibentuk itu, yaitu ISI dan GELORA. Keduanya tidak terpilih dan sebagai kesimpulan rapat, diremikanlah berdirinya PORI dengan pengakuan Pemerintah, sebagai satu-satunya badan resmi persatuan olahraga, yang mengurus semua kegiatan olahraga di Indonesia. Fungsinya sama dengan ISI.
Sesuai dengan fungsinya, PORI adalah juga sebagai koordinator semua cabang olahraga dan khusus mengurus kegiatan-kegiatan olahraga dalam negeri. Dalam hubungan tugas keluar, berkaitan dengan Olimpiade dan International Olympic Committee (IOC), Presiden R.I. telah melantik Komite Olympiade Republik Indonesia (KORI) yang diketuai oleh Sultan Hamengku Buwono IX dan berkedudukan di Yogyakarta.
Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninjau tidak membawa hasil seperti diharapkan semla konferensi sepakat untuk mengadakan pekan olahraga, yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus/September 1948 di Solo. PORI ingin menghidupkan kembali Pekan Olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938, terkenal dengan nama ISI sportweek, Pekan Olahraga ISI. Kongres olahraga pertama diadakan di Solo pada tahun 1946 yang berhasil membentuk PORI.
Ditilik dari penyediaan sarana olahraga, Solo dapat memenuhi persyaratan pokok, dengan adanya stadion Sriwedari serta kolam renang, dengan catatan Sriwedari pada masa itu, termasuk yang terbaik di Indonesia. Tambahan pula pengurus besar PORI berkedudukan di Solo dan hal-hal demikianlah menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga nasional Pertama (PON I) pada tanggal 8 s/d 12 September 1948.
Penutup
Maksud dan tujuan penyelenggaraan PON adalah untuk menunjukkan kepada dunia luar, bahwa bangsa Indonesia, di tengah-tengah dentuman meriam, dalam keadaan daerahnya dipersempit sebagai akibat Perjanjian Renville, tegasnya dalam keadaan darurat, masih dapat membuktikan, sanggup menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, yang berbeda-beda suku dan agamanya, akan tetapi tetap bersatu kokoh dalam Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, kita harus menghargai jasa-jasa para pemprakarsa berdirinya. Dengan adanya PON, maka para generasi muda tidak lagi bingung mencari sarana untuk menyalurakan bakat dan minatnya, bahkan menorehkan prestasi di bidang olahraga. Dari terselenggaranya PON, sudah banyak para olahragawan yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di level Internasional, seperti contohnya pada Olympiade.
Daftar Sumber
2. http://www.wikipedia.co.id
Jumat, 22 Oktober 2010
evaluasi pembelajaran
Hakekat Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Dari Evaluasi, Pengukuran, dan Penilaian
Tugas ini Disusun Guna Memenuhi Mata Kuliah Evaluasi
Dosen Pengampu: Bpk Sri Dadi
Disusun Oleh:
Zakki Anas Mushoffi (08601244140)
JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Hakekat Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Dari Evaluasi, Pengukuran, dan Penilaian
A. Penilaian
a. Pengertian
Dalam pengertian pendidikan terdapat dua arti untuk penilaian, yaitu penilaian dalam arti evaluasi (evaluation) dan penilaian dalam arti asesmen (assessment). Penilaian pendidikan dalam arti evaluasi merupakan penilaian program pendidikan secara menyeluruh. Dalam pengertian ini, evaluasi pendidikan menelaah komponen-komponen dan saling keterkaitannya dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan.
Sedangkan asesmen merupakan bagian dari evaluasi karena merupakan penilaian sebagian komponen yang menyangkut penilaian hasil belajar yang berhubungan dengan komponen kompetensi lulusan dan penguasaan substansi serta penggunaannya.
Menurut Asmawi Zainul dan Noehi Nasution mengartikan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes.
Menurut Suharsimi Arikunto penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif.
Menurut Suharsimi Arikunto penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif.
Menurut Djemari Mardapi (1999: 8) penilaian adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuran. Menurut Cangelosi (1995: 21) penilaian adalah keputusan tentang nilai.
Menurut Akhmat Susrajat penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Secara khusus, dalam konteks pembelajaran di kelas, penilaian dilakukan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar, dan penentuan kenaikan kelas. Melalui penilaian dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar peserta didik, guru, serta proses pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan informasi itu, dapat dibuat keputusan tentang pembelajaran, kesulitan peserta didik dan upaya bimbingan yang diperlukan serta keberadaan kurikukulum itu sendiri.
b. Manfaat dan Tujuan
1. untuk mengetahui kompetensi awal siswa,
2. untuk mengetahui hasil suatu proses pembelajaran,
3. untuk memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarnnya.
4. untuk memberikan informasi kemajuan hasil belajar siswa secara individu dalam mencapai tujuan sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakuka.
5. informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar mengajar lebih lanjut; informasi yang dapat digunakan guru untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa.
6. memberikan motivasi belajar siswa, menginformasikan kemauannya agar terangsang untuk melakukan usaha perbaikan.
7. memberi bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya.
B. Evaluasi
a. Pengertian
Menurut Suharsimi Arikunto (2004 : 1) evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.
Menurut Worthen dan Sanders (1979 : 1) evaluasi adalah mencari sesuatu yang berharga (worth). Sesuatu yang berharga tersebut dapat berupa informasi tentang suatu program, produksi serta alternatif prosedur tertentu. Karenanya evaluasi bukan merupakan hal baru dalam kehidupan manusia sebab hal tersebut senantiasa mengiringi kehidupan seseorang. Seorang manusia yang telah mengerjakan suatu hal, pasti akan menilai apakah yang dilakukannya tersebut telah sesuai dengan keinginannya semula.
Menurut stufflebeam dalam worthen dan sanders (1979 : 129) evaluasi adalah : process of delineating, obtaining and providing useful information for judging decision alternatives. Dalam evaluasi ada beberapa unsur yang terdapat dalam evaluasi yaitu : adanya sebuah proses (process) perolehan (obtaining), penggambaran (delineating), penyediaan (providing) informasi yang berguna (useful information) dan alternatif keputusan (decision alternatives).
Dari pengertian-pengertian tentang evaluasi yang telah dikemukakan beberapa orang diatas, kita dapat menarik benang merah tentang evaluasi yakni evaluasi merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang untuk melihat sejauh mana keberhasilan sebuah program. Keberhasilan program itu sendiri dapat dilihat dari dampak atau hasil yang dicapai oleh program tersebut.
Karenanya, dalam keberhasilan ada dua konsep yang terdapat didalamnya yaitu efektifitas dan efisiensi. Efektifitas merupakan perbandingan antara output dan inoutnya sedangkan efisiensi adalah taraf pendayagunaan input untuk menghasilkan output lewat suatu proses (Sudharsono 1994 : 2)
b. Tujuan
Setiap kegiatan yang dilaksanakan mempunyai tujuan tertentu. demikian juga dengan evaluasi. Menurut Suharsimi Arikunto (2004 : 13) ada dua tujuan evaluasi yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum diarahkan kepada program secara keseluruhan sedangkan tujuan khusus lebih difokuskan pada masing-masing komponen.
Implementasi program pembelajaran harus senantiasa di evaluasi untuk melihat sejauh mana program tersebut telah berhasil mencapai maksud pelaksanaan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa adanya evaluasi, program-program yang berjalan tidak akan dapat dilihat efektifitasnya. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan baru sehubungan dengan program itu tidak akan didukung oleh data. Karenanya, evaluasi program bertujuan untuk menyediakan data dan informasi serta rekomendasi bagi pengambil kebijakan (decision maker) untuk memutuskan apakah akan melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan sebuah program pembelajaran dalam pendidikan.
c. Manfaat
Manfaat dari evaluasi adalah :
1. Untuk mengetahui tingkat pencapaian standar kompetensi,
2. Untuk mengetahui perkembangan kompetensi siswa,
3. Untuk mendiagnosa kesulitan belajar siswa,
4. Menentukan peecahan dari masalah yang timbul saat proses belajar berlangsung.
C.Pengukuran
a. Pengertian
Pengukuran dapat diartikan dengan kegiatan untuk mengukur sesuatu. Pada hakekatnya, kegiatan ini adalah membandingkan sesuatu dengan atau sesuatu yang lain (Anas Sudijono, 1996: 3) Jika kita mengukur suhu badan seseorang dengan termometer, atau mengukur jarak kota A dengan kota B, maka sesungguhnya yang sedang dilakukan adalah mengkuantifikasi keadaan seseorang atau tempat kedalam angka. Karenanya, dapat dipahami bahwa pengukuran itu bersifat kuantitatif.
Maksud dilaksanakan pengukuran sebagaimana dikemukakan Anas Sudijono (1996: 4) ada tiga macam yaitu : (1) pengukuran yang dilakukan bukan untuk menguji sesuatu seperti orang mengukur jarak dua buah kota, (2) pengukuran untuk menguji sesuatu seperti menguji daya tahan lampu pijar serta (3) pengukuran yang dilakukan untuk menilai. Pengukuran ini dilakukan dengan jalan menguji hal yang ingin dinilai seperti kemajuan belajar dan lain sebagainya.
Dalam dunia pendidikan, yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris. Proses pengumpulan ini dilakukan untuk menaksir apa yang telah diperoleh siswa setelah mengikuti pelajaran selama waktu tertentu. Proses ini dapat dilakukan dengan mengamati kinerja mereka, mendengarkan apa yang mereka katakan serta mengumpulkan informasi yang sesuai dengan tujuan melalui apa yang telah dilakukan siswa.
Menurut Mardapi (2004: 14) pengukuran pada dasarnya adalah kegiatan penentuan angka terhadap suatu obyek secara sistematis. Karakteristik yang terdapat dalam obyek yang diukur ditransfer menjadi bentuk angka sehingga lebih mudah untuk dinilai. aspek-aspek yang terdapat dalam diri manusia seperti kognitif, afektif dan psikomotor dirubah menjadi angka. Karenanya, kesalahan dalam mengangkakan aspek-aspek ini harus sekecil mungkin. Kesalahan yang mungkin muncul dalam melakukan pengukuran khususnya dibidang ilmu-ilmu sosial dapat berasal dari alat ukur, cara mengukur dan obyek yang diukur.
b. Manfaat
Manfaat dari pengukuran adalah mengubah karakteristik yang terdapat dalam obyek yang diukur ditransfer menjadi bentuk angka sehingga lebih mudah untuk dinilai. Aspek-aspek yang terdapat dalam diri manusia seperti kognitif, afektif dan psikomotor juga dirubah menjadi angka untuk memudahkan mendapatkan data yang akurat untukmemperkecil terjadinya kesalahan.
c. Tujuan
Pengukuran bertujuan untuk mengumpulkan data yag akurat dalam bentuk angka untuk memudahkan melakukan penilaian dalam suatu sistem pendidikan.
Referensi :
Langganan:
Postingan (Atom)